← Kembali ke Berita

JLI Kaji Tarif Integrasi Transportasi untuk KRL

31 August 2022
155 Pembaca
Bagikan:
JLI Kaji Tarif Integrasi Transportasi untuk KRL

Jakarta (ANTARA) – Anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT JLI, mengkaji skema tarif integrasi Kereta Rel Listrik (KRL) untuk bergabung dengan transportasi massal lainnya.

“Untuk kajian sudah ada skenario yang mencakup KRL dan ini nanti kami akan tindaklanjuti,” kata Direktur Utama JLI Muhammad Kamaluddin di Jakarta, Rabu.

Meski demikian, JLI dan Dinas Perhubungan DKI sedang fokus pada uji coba pelaksanaan tarif integrasi selama enam bulan hingga Desember 2022.

Namun, Kamaluddin menambahkan pihaknya tetap memiliki komitmen untuk menindaklanjuti kajian yang mencakup KRL itu setelah evaluasi masa uji coba tarif integrasi tiga angkutan umum.

“Kami akan berkomitmen untuk menindaklanjuti, tapi mungkin kami lihat hasil pada bulan Desember atau awal tahun depan,” imbuh Kamaluddin.

Walau demikian, ia mengakui hingga saat ini belum ada pembahasan dengan Kementerian Perhubungan terkait wacana memasukkan KRL dalam tarif integrasi.

Ia menambahkan bahwa di sejumlah negara, misalnya di bawah naungan G20, sudah dilaksanakan tarif integrasi untuk semua moda transportasi umum.

Harapannya, hal itu dapat menjadi pertimbangan pemerintah untuk memasukkan KRL dalam skema tarif integrasi.

“Kalau melihat negara di G20, kota lain juga sebagian besar tarifnya sudah terintegrasi untuk semua moda, jadi mudah-mudahan ini bisa jadi dasar pertimbangan nanti Kemenhub untuk melakukan pertimbangan terhadap kajian kami,” ucap Kamaluddin.

Saat ini, Pemprov DKI sedang melaksanakan uji coba tarif integrasi tiga moda angkutan umum dengan aplikasi transportasi dengan besaran tarif maksimum Rp10.000.

Selama masa uji coba ini, Kamaluddin menambahkan bahwa ia mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Tanggapannya cukup positif dan semua warga yang menggunakan Aplikasi Transportasi merasakan manfaat tarif lebih ekonomis,” tutur Kamaluddin.

Senada dengan Kamaluddin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo juga berharap KRL dapat menjadi bagian dari tarif integrasi bersama tiga moda angkutan massal di Jakarta, yakni LRT, MRT dan TransJakarta.

“Tahap berikutnya, kami harapkan moda angkutan umum massal lain yang saat ini beroperasi di Jakarta dan bahkan di Jabodetabek, yakni KRL, itu juga akan diintegrasikan secara utuh dalam sistem pembayarannya,” ucapnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Berikan rating Anda untuk membantu kami menyajikan konten yang lebih baik.

Belum ada penilaian.