Jakarta (ANTARA) – Anak usaha BUMD DKI Jakarta, PT JLI, sebagai pengelola sistem pembayaran antarmoda, menyiapkan tarif integrasi antarmoda di DKI Jakarta yang rencananya diluncurkan dalam waktu dekat.
Terkait tarif integrasi, Direktur Utama PT JLI Muhamad Kamaluddin di Jakarta, Jumat, menyatakan ojek daring tidak masuk skema, namun transportasi umum sepeda motor berbasis aplikasi itu mendukung kebijakan JLI.
Selain peluncuran tarif integrasi, Kamaluddin menuturkan bahwa PT JLI juga menyiapkan sejumlah fitur tambahan untuk menyempurnakan aplikasi transportasi agar semakin memudahkan masyarakat melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Saat ini, Kamaluddin mengungkapkan bahwa pembelian dan pembayaran tidak hanya dilakukan untuk memesan tiket empat moda transportasi, di antaranya TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Commuterline, tetapi juga untuk memesan ojek daring (ride sharing) yang telah terintegrasi dengan aplikasi transportasi.
Menurut Kamaluddin, sistemnya seperti “bundling” tiket jadi pemesanan cukup dilakukan melalui aplikasi transportasi bagi yang berangkat dari rumah menuju lokasi tujuan dengan transportasi umum.
Kamaluddin menegaskan tarif ojek daring ini tidak akan masuk dalam skema tarif integrasi, sehingga penerapan tarif ojek berbasis aplikasi itu tetap merujuk pada setiap penyedia yang telah menentukan tarif jasanya.
“Pada ojek daring, tarif akan fluktuatif menyesuaikan kebijakan penyedia jasa. Sementara pada aplikasi transportasi, tarif angkutan umum dikenakan sesuai tarif yang berlaku saat ini. Kecuali nantinya diberlakukan tarif integrasi, penggunaan lebih dari satu moda maksimal akan dikenakan Rp10 ribu,” tutur pria yang biasa disapa Kamal itu.
Seiring dengan agenda peluncuran yang semakin dekat, JLI juga mengintegrasikan Kartu Uang Elektronik (KUE) dari berbagai bank yang nantinya dapat digunakan untuk berpindah moda transportasi umum.
“Saat ini kami berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk memformat dan meng-upgrade kartu lama (issuer) yang beredar, menjadi Kartu Transportasi seperti kartu transportasi sehingga nantinya bagi pemilik kartu lama tidak perlu membeli yang baru melainkan hanya perlu tapping satu kali di mesin BCT JLI agar format kartunya berubah dan bisa mencatat integrasi perpindahan antarmoda,” ucap Kamaluddin